Gender Analysis in the Nickel Project in Morowali and North Morowali, Central Sulawesi

Industri nikel di Morowali dan Morowali Utara membawa keuntungan ekonomi nasional, tetapi memperburuk ketidaksetaraan gender dan sosial. Perempuan kehilangan sumber penghidupan tradisional, masuk ke pekerjaan informal tanpa jaminan, dan menanggung beban domestik lebih berat akibat polusi serta minimnya layanan publik. Kesempatan kerja formal sangat terbatas, diskriminasi perekrutan masih kuat, dan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan hampir tidak ada.

Kebutuhan praktis mereka mencakup air bersih, kesehatan, dan perlindungan kerja, sementara kebutuhan strategis menuntut ruang kepemimpinan, keadilan lingkungan, dan perlindungan dari pelecehan. Pemerintah dan perusahaan belum serius mengintegrasikan perspektif gender, sehingga rekomendasi utama adalah kebijakan inklusif, CSR berbasis kebutuhan nyata, serta penguatan kapasitas perempuan sebagai agen perubahan.